Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2011

Baru dimulai....

Sahabat, Hampir 10 tahun 4 bulan, saya melakukan pendampingan anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Baru kali ini, beberapa bulan ini, saya merasakan proses pendampingan yang sesungguhnya. Proses panjang, dan terkadang merasa tiada gunanya. Tapi entah mengapa...perjalanan itu terus saja berlanjut. Seperti ada semacam energi tersendiri yang membuat saya tetap mengambil arah di jalan yang saya ambil ini. Ternyata, pendampingan anak-anak ini bukan melulu kegiatan saban Minggu bersama mereka. Tapi energi saya yang hampir habis ternyata terjawab dengan permasalahan-permasalahan yang muncul. Saya bersyukur sekaligus bersedih dengan segala macam permasalahan yang ada di tengah-tengah kampung sempit mereka. Ada banyak buliran keringat yang menetes bersama tangis dan impian mereka. Saya bersyukur buat beberapa keluarga yang mulai membuka pintu rumahnya, sekadar mempersilahkan saya masuk...mengintip isi rumah dan permasalahan mereka. Tuhan, saya lemah...tapi ternyata saya menjad

Bermain Kartu Kembar

Minggu pagi yang cerah, 27 Maret 2011. Hari ini, usai membersihkan kuku, anak-anak meminta belajar mewarna. Beberapa anak yang sudah sekolah dan agak besar, mencoba membuat rancang bangun dari kartu. Ah, ternyata susah sekali...hanya beberapa kartu yang bisa berdiri. Anak-anak kemudian memutuskan bermain kartu kembar - belajar mengingat bentuk dan gambar dengan berbagai model permainan.

Kisah sebuah gunting kuku

Saban minggu pagi, setiap berjumpa dengan anak-anak, hal pertama sebelum melakukan kegiatan belajar dan bermain bersama adalah potong kuku. Berbekal sebuah gunting kuku kecil....maka dimulailah aksi kecil itu. Maka bergantian tangan-tangan mungil bergiliran minta dipotong kukunya. Bahkan tak jarang anak-anak minta lebih dahulu dipotong kuku jari tangannya. Apa yang istimewa? Memotong kuku memang sebuah pekerjaan mudah dan semua bisa melakukan. Tapi di sini, di halaman sekolah SDN Mergosono 4 Malang, kegiatan memotong kuku menjadi saat istimewa. Apa istimewanya? Ya, karena sembari memotong kuku, anak-anak pun memulai curhat mereka. Maka saat tangan dan mata bekerja memotong kuku, pikiran, hati dan otak pun terbuka pada permasalahan mereka. Ya, hampir 11 tahun memotong kuku anak-anak ini... tak terasa mereka yang dulunya bayi mungil, lucu, sekarang beranjak remaja.... Dari sebuah gunting kuku....pendampingan anak inilah dimulai.

Menerima tamu dari German & Congo

Sejak dua minggu lalu, kami menerima kabar bahwa Minggu, 20 Maret 2011, kami akan mendapat kunjungan teman-teman dari German dan Afrika. Anak-anak sudah sangat antusias menyambut kehadiran mereka. Sebenarnya ini bukan kali pertama anak-anak bertemu dengan teman dari luar negeri. Dulu kami juga pernah mendapat kunjungan dari Mrs. Bertie dari Belanda dan seorang kawan dari German. Namun demikian, anak-anak tetap bersemangat ingin bertemu kawan baru dari belahan dunia yang berbeda. Bahkan Dedy dan Ika menyiapkan beberapa pertanyaan yang ingin mereka ajukan. Pagi ini, kami belajar seperti biasa...anak-anak yang besar mengerjakan Buku Sinau. Sedang anak-anak yang belum sekolah, TK dan SD kelas 1 mewarnai, menyusun huruf serta bermain mengingat gambar. Belajar bareng dari Buku Sinau Mewarnai Susun huruf Sekitar jam 10.30 WIB....akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu datang juga. Mereka adalah Ibu Claudia dan Ibu Christina dari German, serta Bp. Kisuba dari Congo, Afrika, juga ada Bp. E

Ayo, Sinau!

Buletinku (ke-1/2011)

Gambar Novi

Novi ingin sekali naik kapal laut. Gambarnya merupakan kerinduannya untuk melihat laut sekaligus naik kapal laut.

Gambar Nabila

Nabila sangat suka dengan dunia air. Kali ini ia menggambar pemadangan di dasar laut.

Gambar Kartika

Kartika rindu pergi ke laut dan bermain di pantai. Tapi di sekitar rumahnya hanya nampak gunungan sampah dan pemandangan gunung dari kejauhan. Makanya hari ini ia menggambar gunung yang dilihatnya, dengan matahari dan lautan di dekatnya.

Gambar Sasha

Sasha ingin menggambarkan isi rumahnya. Ia menggambarkan dari jendela rumahnya... nampak isi rumahnya, kursi, almari, meja, pintu, jendela, juga kucing hewan kesayangannya.

Semua tempat adalah ruang belajar

Minggu pagi yang dingin, 06 Maret 2011. Sejak semalam memang hujan turun tak henti, pagi ini pun cuaca masih mendung, sedikit hawa panas yang menandakan hujan akan turun kembali. Hampir seluruh halaman sekolah basah karena air hujan. Amanda, Bagas, Galang, Sasya, Putro, Amel dan beberapa anak yang lain sudah sangat bersemangat belajar pagi ini. Tapi belajar di mana ya.....? Setelah berkeliling, mengitari halaman sekolah, ternyata tak ada tempat kering yang bisa dipakai untuk tempat belajar. Wah, masak harus libur belajar hanya karena tidak ada tempat? Tiba-tiba terdengar suara Pak Dar, penjaga sekolah SDN Mergosono IV, "Belajar di ruang UKS saja!" Antara bingung dan senang, akhirnya tawaran ini diterima. "Memang nggak apa-apa Pak, kalau kita pakai ruangan ini?" tanyaku sedikit khawatir, karena belum ijin ke pihak sekolah. "Gak pa pa. Ruangan ini biasa saya pakai tidur kok...dibuka saja pintunya!" teriak Pak Dar lagi sambil melanjutkan pekerjaan