Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Hari Lomba...Hari Sehat

Hari ke-16 di bulan November 2014 Anak-anak datang dengan semangat Minggu pagi ini, dengan membawa enggrang mereka masing-masing. Ya, hari ini memang kami telah berjanji akan mengadakan lomba enggrang. Lomba pertama: Berdiri di atas Enggrang Lomba kedua: Berjalan di atas Enggrang Lomba ketiga: Lari Usai melakukan lomba, kita semua beristirahat, menyelonjorkan kaki, mengambil nafas.... ah, leganya...ternyata hari ini cukup membuat banyak keringat. Rasanya tubuh jadi semakin sehat. Kemudian tas berisi hadiah dibuka...ada sandal jepit baru, pakaian baru, handuk, alat tulis...tapi jumlah hadiah gak cukup buat semua anak-anak. Wah, bagaimana ini? Akhirnya kita ngobrol bareng. Menjelaskan bahwa semua hadiah itu dari orang lain, dan terkadang jumlah gak cukup untuk anak-anak, ukuran gak sesuai dengan mereka. Anak-anak mau mengerti, bahkan membantu membagikan hadiah itu u

Bermain Enggrang

November hari ke-8 di tahun 2014 Hari ini sengaja saya membebaskan anak-anak untuk bermain dan banyak mengobrol. Tas rangsel yang saya bawa pun hanya berisi gunting kuku, vitamin C, beberapa balon untuk ditiup, susu dan biskuit utuk anak-anak. Tidak ada kertas gambar dan crayon atau pensil warna, seperti yang biasa saya bawa. Setelah membersihkan kuku dan membagi vitamin, beberapa anak berinisiatif mengajak bermain di tanah lapang sambil membawa enggrang (terbuat dari bambu, semacam mainan tradisional, yang dimainkan dengan cara dinaiki atau berlatih keseimbangann tubuh). Anak-anak kecil yang lain mulai meniup balon yang saya bagikan. Beberapa lagi mengambil mainannya dari rumah. Jadilah hari ini bermain bebas di tanah lapang. Sambil bermain kami tetap mengobrol. Obrolan jadi semakin asyik, saat saya bagikan susu dan biskuit, yang juga merupakan bantuan dari teman-teman. Spontan saja mereka kemudian memilih duduk di tanah sambil menikmati susu dan biskuitnya. Sambil mengunyah, mu

Oktober 2014 ini...

Minggu pagi yang panas (19/10). Nampak asap mengepul saat kaki melangkah di sekitaran Tempat Pembuangan Akhir Mergosono, Malang. Sinar matahari terik, menyengat kulit. Masih pagi, tapi terasa sudah sangat siang. Para pemulung yang bekerja di pembuangan sampah tersebut nampak memilah dan bekerja dengan semangatnya. Bakaran sampah mengeluarkan asap tebal dan bau yang tak terlalu sedap. Meski demikian orang-orang nampak sudah terbiasa duduk-duduk, sambil menikmati panas matahari. Teringat 14 tahun lalu, saat kaki melangkah untuk pertama kalinya di daerah perbukitan sampah ini. Bahu membawa tas peralatan belajar, kaki memakai sandal jepit dan menyusuri jalanan penuh sampah itu. Saban kali melewati daerah sampah-sampah itu harus berhati-hati, jalanan licin, entah karena sampah, hujan atau memang karena jalanan menurun yang curam. Meski terkadang jatuh dan terpeleset tak dapat dihindari, namu saat mendengar sapaan lembut dari para warga, rasanya syok pun berlalu. Bagaimana tidak syok, saa