Langsung ke konten utama

Pacaran (part 2)

Jumat, 19 Februari 2010
Dalam gelap petang itu kami belajar. Tak hanya gelap karena petang telah datang tapi karena telah dua hari ini Kota Malang terjadi pemadaman listrik. Tia menyalakan lilin bagi kami semua. Lilin setengah batang itu terkalahkah dengan curhat Lita, Tia, Evi, Anna dan Ika, yang panas dan penuh gelora.
Petang itu kami ngobrol tentang Pacaran (part 2), lebih seru dari pertama kali kami bahas masalah ini. Tak lain dan tak bukan karena ada seorang diantara kami yang tengah patah hati....wouhhh...
banyak juga respon dan pertanyaan yang diungkapkan mereka:
1. Bisa gak sih kita pegangan tangan atau ciuman saat pacaran?
2. Gimana nih, pacarku selingkuh dengan teman baikku....
3. Apa yang harus dilakukan agar hubungan kita tetap berjalan dengan baik?
seru dan penuh gelora percakapan malam itu. Gelapnya ruangan benar-benar tak menyulutkan semangat mereka untuk saling curhat dan mengungkapkan pendapat.
Di akhir penghujung kami sepakati kegiatan di bulan mendatang; tak hanya obrolan seputar hubungan pertemanan; kami juga berencana belajar komputer dan masak bersama.
Enam orang saja kami berjalan, tapi pijar semangat ini sungguh menyulut rasaku...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...

Menggambar Estafet

Minggu pagi yang dingin (18/5), air sisa hujan semalam pun masih membasahi jalanan. Saat melewati daerah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Mergosono yang sekarang sudah ditutup untuk pembuangan sampah, bau sampah mulai menyengat. Bau sampah bercampur bau tulang-tulang terbakar, juga beragam jenis kotoran yang lain. Nampak beberapa kambing peliharaan warga berbaur dengan puluhan ayam di sekitar lereng bukit sampah. Bukit sampah, disekitar tempat anak-anak tinggal Jalan setapak di bukit sampah, disekitar tempat anak-anak tinggal   Jalan menurun yang sudah diberi tangga di sekitar lereng bukit sampah. Dulu sangat licin jika hujan turun.   Perkampungan anak-anak tinggal, foto diambil dari bukit sampah.   Salah satu rumah yang tepat berada di bawah bukit sampah. Ini merupakan perkampungan baru, di mana para pendatang membangun rumah semi permanen di sana.   Salah satu rumah warga Perkampungan tempat anak-anak tinggal Meniti jalan...