Langsung ke konten utama

Belajar usai hujan turun...

Semalam hujan deras mengguyur Malang...jadi saat Minggu pagi kami berkumpul bersama, kami harus mengepel dulu halaman SDN Mergosono IV, yang akan kami pakai sebagai tempat belajar.

Sesudah lantai bersih, kami mulai belajar kami. Kali ini kami bersepakat untuk belajar sambil bermain. Jadilah kami menggambar berantai. Tahukah kalian apa itu menggambar berantai?
Pertama-tama, kami duduk memutar....setelah itu ada selembar kertas kosong dan spidol yang diputar, agar kami semua bisa melanjutkan gambar atau goresan gambar teman yang lain. Eiitssss.....susahnya, kami gak boleh komunikasi selama kegiatan ini berlangsung. Jadi kami gak ngerti, sebenarnya kita mau menggambar apa? Kami hanya menduga pikiran teman-teman lewat goresan tangan mereka. Wah lucu sekali hasilnya.....ternyata kami bisa berimajinasi (teman-teman bisa lihat hasilnya di tampilan blog ini: Menggambar Berantai)

Nah, kemudian pada kali kedua, kami ulangi kegiatan ini.....kali ini kami boleh berunding dulu dengan teman-teman, sebelum gambar berantai dimulai. Wah, ternyata memang lebih mudah membuat sesutu bersama bila ada kesepakatan ya....tapi, kadang menyelami apa yang diimajinasikan teman-teman yang lain juga sangat mengasyikkan....!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...

God is Good!

Salam Damai! Senang bisa bertemu kembali...senang bisa menulis kembali, setelah hari-hari panjang istirahat total (mungkin Tuhan kasih istirahat ini, supaya saya benar-benar bedrest, he he he) rasanya jadi kangen sama anak-anak dampingan, setelah hampir dua bulan tidak mengunjungi mereka. Puji Tuhan! Natal lalu, beberapa anak main ke rumah, secara tak terduga, sehingga sedikit menghibur rasa gundah saya...he he he... Akhirnya, Minggu pagi, 10 Januari 2016, setelah badan terasa pulih dan segar, saya kembali mengunjungi anak-anak. Awalnya hanya berniat menemui Pak Nur Hasan, ketua RT setempat, hendak menindak lanjuti proses peminjaman ruang ipal, yang akan dipakai anak-anak belajar bersama. Tapi rupanya, proses belum selesai, karena pertengahan Januari ini baru akan dilakukan pemilihan pengurus baru ipal. Beberapa warga yang mengetahui hal tersebut menyarankan untuk memakai rumah mereka dulu....akhirnya kami menempati rumah Hilda, salah seorang anak dampingan untuk belajar. Mesk...