Langsung ke konten utama

Menerima tamu dari German & Congo

Sejak dua minggu lalu, kami menerima kabar bahwa Minggu, 20 Maret 2011, kami akan mendapat kunjungan teman-teman dari German dan Afrika. Anak-anak sudah sangat antusias menyambut kehadiran mereka. Sebenarnya ini bukan kali pertama anak-anak bertemu dengan teman dari luar negeri. Dulu kami juga pernah mendapat kunjungan dari Mrs. Bertie dari Belanda dan seorang kawan dari German.
Namun demikian, anak-anak tetap bersemangat ingin bertemu kawan baru dari belahan dunia yang berbeda. Bahkan Dedy dan Ika menyiapkan beberapa pertanyaan yang ingin mereka ajukan. Pagi ini, kami belajar seperti biasa...anak-anak yang besar mengerjakan Buku Sinau.
Sedang anak-anak yang belum sekolah, TK dan SD kelas 1 mewarnai, menyusun huruf serta bermain mengingat gambar.



Belajar bareng dari Buku Sinau



Mewarnai



Susun huruf

Sekitar jam 10.30 WIB....akhirnya tamu yang ditunggu-tunggu datang juga. Mereka adalah Ibu Claudia dan Ibu Christina dari German, serta Bp. Kisuba dari Congo, Afrika, juga ada Bp. Endri dari Batu, Malang.





Bersalaman bersama Ibu Claudia, Ibu Christina dan Bp. Kisuba



Melihat sungai Brantas dan mengunjungi beberapa rumah anak-anak di kampung baru, Mergosono, Malang, perkampungan yang tepat berada di bawah TPA.





Foto bersama anak-anak, beberapa ibu-ibu dan para tamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...

God is Good!

Salam Damai! Senang bisa bertemu kembali...senang bisa menulis kembali, setelah hari-hari panjang istirahat total (mungkin Tuhan kasih istirahat ini, supaya saya benar-benar bedrest, he he he) rasanya jadi kangen sama anak-anak dampingan, setelah hampir dua bulan tidak mengunjungi mereka. Puji Tuhan! Natal lalu, beberapa anak main ke rumah, secara tak terduga, sehingga sedikit menghibur rasa gundah saya...he he he... Akhirnya, Minggu pagi, 10 Januari 2016, setelah badan terasa pulih dan segar, saya kembali mengunjungi anak-anak. Awalnya hanya berniat menemui Pak Nur Hasan, ketua RT setempat, hendak menindak lanjuti proses peminjaman ruang ipal, yang akan dipakai anak-anak belajar bersama. Tapi rupanya, proses belum selesai, karena pertengahan Januari ini baru akan dilakukan pemilihan pengurus baru ipal. Beberapa warga yang mengetahui hal tersebut menyarankan untuk memakai rumah mereka dulu....akhirnya kami menempati rumah Hilda, salah seorang anak dampingan untuk belajar. Mesk...