Langsung ke konten utama

Ular Tangga Seru di Baksos Fisip UB

Minggu, 25 Maret 2012
Hari Minggu yang cerah. Anak-anak sudah tak sabar menanti waktu bermain dan belajar bersama. Belum lagi waktu menunjuk angka 8 tepat, tapi anak-anak sudah memadati halaman lapangan SDN Mergosono 4 Malang.
Ya, memang hari ini istimewa, kami akan kedatangan beberapa teman dari Fisip Universitas Brawijaya, Malang, yang akan mengadakan baksos bersama anak-anak.
Sambil menunggu kakak-kakak datang, akhirnya anak-anak membantu membuat Green Flag dan Red Flag, beberapa anak menyiapkan gelas plastik dan sikat giginya sedang yang lainnya, seperti biasa antri memotong kuku.
Nah, akhirnya datang juga.....
Ada sekitar 12 kakak yang datang, 3 orang kakak cowok dan 9 orang kakak cewek, ih...asyik, kayaknya bakalan rame nih acaranya.
Akhirnya kami memulai pagi ini dengan menyikat gigi dan mencuci tangan bersama, dibantu kakak-kakak dari UB.


Usai sikat gigi dan cuci tangan bersama, kami sedikit mengevaluasi kegiatan minggu lalu tentang Green Flag dan Red Flag. Ternyata hari ini anak-anak yang datang lumayan banyak, sekitar 36 anak, berarti keseluruhan dengan kakak-kakak yang mendampingi hari ini berjumlah sekitar 50 orang. Karena ada beberapa teman yang belum tahu tentang Green Flag dan Red Flag, akhirnya kami sedikit mengulangi pelajaran minggu kemarin.

Lho,...lho,...kakak-kakak dari UB, termasuk red flag dong? Nah, biar jadi green flag, makanya anak-anak mengajak mereka berkenalan juga,...hi hi hi...


usai perkenalan, akhirnya anak-anak dibagi dalam dua kelompok besar, kelompok pertama adalah anak-anak usia belum sekolah sampai kelas 1 SD; sedang kelompok kedua, anak-anak kelas 2 SD sampai SMP, yang kemudian mereka dibagi lagi dalam 4 kelompok, terdiri atas 6-7 anak, dan didampingi masing-masing 2 orang kakak dari UB.
Hari ini kami mau bermain ular tangga. Ah, permainan yang biasa ya....? Nggak dong, khan kami buat istimewa. Ah, nggak percaya? Yuk, baca terus cerita di bawah ini.

Setelah masing-masing kelompok bersuit, tiba waktunya bermain ular tangga. Seperti ular tangga pada umumnya, ada tangga naik dan ular yang menurun, tapi kali ini kami buat setiap kelompok yang mendapatkan tangga naik ataupun ular yang turun, maka semua anak harus mengerjakan tugas dari "Buku Sinau" (akan kami muat ditampilan selanjutnya) yang dikerjakan di kelompok masing-masing.

 kelompok 1

 kelompok 2

 kelompok 3

kelompok 4
Wah, isi "Buku Sinau" nya juga macam-macam: ada tugas mencari gambar, menghitung, mencari nama, mencari jalan, menulis cerita dan Cita-citaku. Sepanjang siang ini, anak-anak sangat sibuk belajar bersama lho,...tapi tentu saja dengan canda tawa, serius dan menyenangkan.

 Ini dia ular tangganya...

 Kerja kelompok, harus serius lho...

 Kerja kelompok juga harus semangat...

 Kerja kelompok juga harus berani bertanya dan berpendapat...

 Kalau ini adik-adik yang belum sekolah dan TK, sedang sibuk mewarna

Nah, ini dia saat anak-anak membacakan hasil diskusi bersama mereka tentang tugas menulis cerita dan cita-cita mereka. Wah, untuk tampil di depan kawan-kawan yang lain ternyata perlu dilatih ya...soalnya masih banyak kawan yang malu untuk membacakan hasil diskusinya.




Usai bermain ular tangga, sambil makan roti dan minum susu bersama, kami mendengarkan dongeng dari Kak Rena tentang Malin Kundang. Ternyata Kak Rena pintar bercerita, meski anak-anak sudah pernah mendengar kisah ini, tapi karena Kak Rena pintar melucu, jadi anak-anak tetap konsentrasi mendengarkannya.


Setelah itu, anak-anak kembali berkumpul dalam kelompok masing-masing untuk kembali berdiskusi tentang bagaimana kegiatan hari ini, dan kesan-kesan yang mereka dapatkan.
Tak terasa hari semakin siang dan terik...tapi anak-anak tetap semangat ingin bermain. Lho, akhirnya mereka mengajak kakak-kakak dari UB untuk bermain bersama.

 Bermain bola

 Bermain bekel

 Bermain loncat tali

Hari yang menyenangkan dan sangat berkesan....foto bersama ini mengungkapkan kegembiraan bersama dan harapan berjumpa di hari mendatang. Terimakasih, telah berkunjung dan belajar bersama kami!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ADIK KAKAK

Minggu pagi yang cerah, 27 September 2015 Anak-anak terlihat masih baru bangun dari tidur, saat saya sampai di perkampungan mereka. Wajah lusuh alias wajah bantal, belum tersentuh air. Tapi saat mereka mengetahui kehadiran saya, bergegas mereka mandi dan bersiap bergabung dengan saya di halaman sekolah, tempat biasa kami belajar dan bermain bersama. Pagi ini saya membawa alat belajar berupa Ular Tangga dari kertas karton, juga crayon, pensil warna dan kertas-kertas aktivitas untuk dipakai bersama. Pagi ini kami bermain dalam kelompok Adik Kakak, artinya anak yang berusia lebih tua menemani anak yang lebih muda dalam sebuah kelompok, bisa dari saudara kandung, atau teman sekampung. Tugas seorang kakak adalah menemani dan mendampingi adik/teman yang lebih muda dalam belajar melalui permainan bersama. Dengan media  Ular Tangga, kami mulai permainan pagi ini. Eits....tapi beda dengan permainan Ular Tangga pada umumnya lho! Ular Tangga yang kami pakai tentu saja istimewa...he he he....

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...