Langsung ke konten utama

Kampungku...Halamanku...

Perkampungan Mergosono, di bantaran kali Brantas, Malang, tempat kami belajar dan bermain bersama selama ini....

Pasar Krempyeng, pasar tradisional masyarakat di pinggiran TPA


Pemandangan areal TPA, sekitar jam 8 pagi.

Areal TPA, bangunan semi permanen itu adalah tempat pengelolaan kulit. Jika musim penghujan dan para pekerja sedang mengola kulit...wah, baunya busuk banget!

 Areal TPA, Mergosono

 Bangunan tempat penyimpanan sampah para pemulung, yang akan dijual pada penadah.

Jalanan penuh sampah dan menurun

JIka kurang hati-hati bisa saja terpeleset di sini...

 Lereng bukit, menuju perumahan penduduk

 Keindahan di tengah sampah...masih ada yang segar dan menghijau ciptaan Tuhan (tepat di atas bukit sampah)

 Jalanan menurun menuju perkampungan warga

 Perkampungan Mergosono, tepat di bawah TPA

 Perkampungan Mergosono

 Perkampungan Mergosono, Kampung Baru, banyak pendatang bermukim di sini

 Perkampungan Mergosono (Perkampungan Baru)

 Sisi lain perkampungan Mergosono

 Perkampungan Mergosono, dari tempat ini bisa melihat ke bukit sampah

Tampak bukit sampah, tepat di atas pemukiman warga

 Salah satu perkampungan Mergosono,...gang kelinci

Perkampungan Mergosono, rumah penadah sampah, jalan ini menuju jalan raya.
 
SDN Mergosono 4 Malang, tempat kami menumpang belajar selama ini

Halaman SDN Mergosono 4 Malang

 Halaman SDN Mergosono 4 Malang, bukit sampah terlihat di atasnya

Dari halaman SDN Mergosono 4 Malang, bukit sampah terlihat di atas dan anak-anak bermain layang-layang di sana.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...

God is Good!

Salam Damai! Senang bisa bertemu kembali...senang bisa menulis kembali, setelah hari-hari panjang istirahat total (mungkin Tuhan kasih istirahat ini, supaya saya benar-benar bedrest, he he he) rasanya jadi kangen sama anak-anak dampingan, setelah hampir dua bulan tidak mengunjungi mereka. Puji Tuhan! Natal lalu, beberapa anak main ke rumah, secara tak terduga, sehingga sedikit menghibur rasa gundah saya...he he he... Akhirnya, Minggu pagi, 10 Januari 2016, setelah badan terasa pulih dan segar, saya kembali mengunjungi anak-anak. Awalnya hanya berniat menemui Pak Nur Hasan, ketua RT setempat, hendak menindak lanjuti proses peminjaman ruang ipal, yang akan dipakai anak-anak belajar bersama. Tapi rupanya, proses belum selesai, karena pertengahan Januari ini baru akan dilakukan pemilihan pengurus baru ipal. Beberapa warga yang mengetahui hal tersebut menyarankan untuk memakai rumah mereka dulu....akhirnya kami menempati rumah Hilda, salah seorang anak dampingan untuk belajar. Mesk...