Langsung ke konten utama

Kegiatan Awal Tahun 2014

Minggu pagi yang cerah, 12 Januari 2014, setelah libur panjang berlalu...waktunya kembali berkegiatan bersama anak-anak di Bantaran Kali Brantas, Mergosono, Malang.
Hari ini benar-benar cerah, baru saja memasuki jalanan turun di gang sempit di kampung Mergosono, suara anak-anak sudah terdengar menyapa saat saya muncul. Bahagianya...
"Mbak, aku mandi dulu ya...." teriak Putri.
"Mbak, aku maem dulu ya!" teriak Amanda dari depan pintu rumahnya.
"Mampir dulu, Mbak..." sapa Mbah-nya Kusno, sambil segera mengelap Kusno yang baru saja mandi. Ya, kampung sempit yang ramai.

Segera setelah anak-anak berkumpul, kami mulai kegiatan hari ini. Pagi ini kami membuat boneka dari bangsa-bangsa di dunia, dari karton. Dulu memang sudah pernah membuat, hanya saja kami mengulang kembali, agar anak-anak lebih banyak belajar membaca dan bercerita dari apa yang kami pelajari tersebut.

Mereka pun kemudian asyik mengerjakan membuat boneka kertas tersebut, kecuali Yanti dan Rohman, yang hanya belajar mewarna (karena mereka ini masih belum bisa membaca, dan agak sulit bergabung dengan yang lainnya).

 Yanti dan Rohman, adiknya, sedang belajar mewarna.

Semakin siang, ternyata semakin banyak anak-anak yang bergabung, meski silih berganti, tapi hari ini memang cukup menyenangkan, anak-anak banyak bercerita dan saling membantu satu sama lain. Kurang lebih sekitar 35-an anak berkumpul. Tak lama, terlihat Pak Dar, penjaga sekolah, sedang sibuk memotong dan memangkasi tanaman di halaman sekolah, yang menutupi jendela. Akhirnya beberapa anak laki-laki datang membantunya.
Sebelum akhirnya semua anak kembali pulang, siang ini kami bagikan "hadiah" pada anak-anak, dari keluarga Mas Bambang, beberapa waktu yang lalu.

Berikut beberapa foto kegiatan yang bisa diambil dari kamera handphone, karena sekali lagi belum bisa membeli pengganti kamera yang rusak dulu itu, he he he...

Tetap semangat!







Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ADIK KAKAK

Minggu pagi yang cerah, 27 September 2015 Anak-anak terlihat masih baru bangun dari tidur, saat saya sampai di perkampungan mereka. Wajah lusuh alias wajah bantal, belum tersentuh air. Tapi saat mereka mengetahui kehadiran saya, bergegas mereka mandi dan bersiap bergabung dengan saya di halaman sekolah, tempat biasa kami belajar dan bermain bersama. Pagi ini saya membawa alat belajar berupa Ular Tangga dari kertas karton, juga crayon, pensil warna dan kertas-kertas aktivitas untuk dipakai bersama. Pagi ini kami bermain dalam kelompok Adik Kakak, artinya anak yang berusia lebih tua menemani anak yang lebih muda dalam sebuah kelompok, bisa dari saudara kandung, atau teman sekampung. Tugas seorang kakak adalah menemani dan mendampingi adik/teman yang lebih muda dalam belajar melalui permainan bersama. Dengan media  Ular Tangga, kami mulai permainan pagi ini. Eits....tapi beda dengan permainan Ular Tangga pada umumnya lho! Ular Tangga yang kami pakai tentu saja istimewa...he he he....

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...