Langsung ke konten utama

Lomba Mewarna Berkelompok

Halo,...
Sebulan penuh sibuk dengan acara Agustusan di kampung. Hari ini (6/9) akhirnya bisa menjumpai kembali anak-anak. Minggu ini dan beberapa minggu ke depan kami merencanakan mengadakan lomba-lomba bersama anak-anak secara berkelompok.

Minggu ini kami berlomba mewarnai gambar batik, yakni burung hantu, 
secara berkelompok.

 Amel dan Intan
 
 Bagas dan Gesang

  Galang dan Nabila

  Nora dan Hilda

  Putri dan Silvi

  Yanti dan Rohman

 Suasana saat semua anak nampak mewarnai gambar....serius namun juga santai.

Eh, ada juga teman baru yang sempat mampir ke sini lho....


 Ini adalah Navin, salah satu anak dari dampingan saya, Lita, yang termasuk generasi kedua anak-anak dampingan saya. Wah, kalau dihitung-hitung dengan cermat ini sudah masuk generasi ke lima. Puji Tuhan! sampai sejauh ini Tuhan selalu tolong kami semua. Amin

Komentar

  1. anak-anak emang suka sama lomba kaya begitu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul. apalagi jika lomba kreativitas....wahhh, semangat banget!

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...

God is Good!

Salam Damai! Senang bisa bertemu kembali...senang bisa menulis kembali, setelah hari-hari panjang istirahat total (mungkin Tuhan kasih istirahat ini, supaya saya benar-benar bedrest, he he he) rasanya jadi kangen sama anak-anak dampingan, setelah hampir dua bulan tidak mengunjungi mereka. Puji Tuhan! Natal lalu, beberapa anak main ke rumah, secara tak terduga, sehingga sedikit menghibur rasa gundah saya...he he he... Akhirnya, Minggu pagi, 10 Januari 2016, setelah badan terasa pulih dan segar, saya kembali mengunjungi anak-anak. Awalnya hanya berniat menemui Pak Nur Hasan, ketua RT setempat, hendak menindak lanjuti proses peminjaman ruang ipal, yang akan dipakai anak-anak belajar bersama. Tapi rupanya, proses belum selesai, karena pertengahan Januari ini baru akan dilakukan pemilihan pengurus baru ipal. Beberapa warga yang mengetahui hal tersebut menyarankan untuk memakai rumah mereka dulu....akhirnya kami menempati rumah Hilda, salah seorang anak dampingan untuk belajar. Mesk...