Langsung ke konten utama

BERITA FOTO

Waaahhhh,.....lama sekali tidak mengunjungi blog ini.
Karena sibuk, sepertinya sepanjang tahun ini hanya sempat posting kegiatan anak-anak dampingan melalui IG, yang ditautkan ke FB dan Twitter. Semoga teman-teman yang suka mengunjungi blog ini tidak menjadi kecewa ya.... maaf, maaf!

Berikut kami muat beberapa foto kegiatan anak, semoga sedikit menjawab kerinduan kita.

 Tgl. 20 November 2016 lalu, kita menerima kunjungan dari kakak-kakak SMAK Frateran, Malang. Sekitar 30 orang datang berkunjung dan berproses belajar bersama anak-anak. Anak-anak remaja belajar bersama tim PMR SMAK Frateran untuk ngobrol masalah kesehatan lingkungan dan kesehatan diri. Sedang anak-anak yang lebih kecil mewarna dan bermain games di ruang ipal. Seru banget! Diakhir pertemuan kami makan siang bersama.
Minggu pagi, 27 November 2016, meski sedikit anak yang berkumpul karena cuaca yang dingin, kami tetap berproses bersama. Hari ini kami lebih banyak ngobrol, belajar membaca, mewarna, bermain puzzle, bernyanyi, juga membaca buku-buku perpustakaan kecil kami.
Ternyata bermain puzzle gak hanya sekadar menyusun kepingan-kepingan puzzle, tapi juga ketelitian. Tuh, kan sulit juga ya....tapi tetap semangat kok!







Silvi, Putri dan Hilda, tiga orang remaja yang paling setia membantu adik-adiknya belajar, meski teman-teman sebayanya tidak datang.
Sehabis mengajari mewarna dan berhitung, mereka meluangkan waktu membaca buku-buku perpustakaan.

Yeaiiii....foto bersama, meskipun tidak lengkap
anak-anak cowok sedang bermain di luar halaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...

God is Good!

Salam Damai! Senang bisa bertemu kembali...senang bisa menulis kembali, setelah hari-hari panjang istirahat total (mungkin Tuhan kasih istirahat ini, supaya saya benar-benar bedrest, he he he) rasanya jadi kangen sama anak-anak dampingan, setelah hampir dua bulan tidak mengunjungi mereka. Puji Tuhan! Natal lalu, beberapa anak main ke rumah, secara tak terduga, sehingga sedikit menghibur rasa gundah saya...he he he... Akhirnya, Minggu pagi, 10 Januari 2016, setelah badan terasa pulih dan segar, saya kembali mengunjungi anak-anak. Awalnya hanya berniat menemui Pak Nur Hasan, ketua RT setempat, hendak menindak lanjuti proses peminjaman ruang ipal, yang akan dipakai anak-anak belajar bersama. Tapi rupanya, proses belum selesai, karena pertengahan Januari ini baru akan dilakukan pemilihan pengurus baru ipal. Beberapa warga yang mengetahui hal tersebut menyarankan untuk memakai rumah mereka dulu....akhirnya kami menempati rumah Hilda, salah seorang anak dampingan untuk belajar. Mesk...