Langsung ke konten utama

Kartu Kembar

Kelemahan saya adalah dalam hal menggambar, jadi saya harus banyak belajar ke sana ke mari, agar kreativitas di otak saya tidak mandeg. Berikut cara membuat "Kartu Kembar". Saya mendapatkan bahan ini dari http://www.education.com/worksheets/ tapi dengan banyak perubahan di sana-sini, he he he...


 Pilihlah gambar yang cukup di kenal anak-anak, lucu dan menarik.  Usahakan pilihan gambar sesuai tema yang ingin kita pelajari bersama. Jika misal terkait Serangga, usahakan ada gambar beberapa serangga.
Kalau perlu print atau copy beberapa kali, kemudian tempelkan pada kertas karton, dan dipotong. Setiap gambar harus berpasangan...namanya juga kartu kembar ya? he he he...

 Cara bermain:  kelompokkan anak 2 atau 4 orang (jumlah harus genap dalam kelompok), semakin banyak anak dalam kelompok, maka kartu yang diperlukan untuk dipakai dalam bermain juga harus lebih banyak.
Susun kartu di lantai, semua dalam keadaan tertutup, bisa dalam susunan 4x4 atau 8x8, tergantung banyaknya jumlah pemain.
Kemudian setiap anak berkesempatan untuk membalikkan sepasang kartu secara acak. Jika gambar yang muncul tidak sama, maka ia harus segera menutup kembali kartu itu, dan memberikan kesempatan pada kawan yang lain untuk bermain.

 Jika gambar yang muncul kemudian adalah sama, maka ia berhak mengambil pasangan kartu itu, dan memperoleh kesempatan sekali lagi untuk membalikkan kartu yang lain.

Demikian cara bermain games ini, hingga semua kartu terbuka dan habis. Pada akhir permainan, setiap anak menghitung berapa jumlah pasang kartu yang dimilikinya. Anak yang paling sedikit mendapatkan kartu/tidak mendapatkan kartu sama sekali, diminta untuk mengocok dan menata kartu-kartu tersebut kembali, untuk permainan selanjutnya.
Selamat bermain Kartu Kembar!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELAJAR ADIK KAKAK

Minggu pagi yang cerah, 27 September 2015 Anak-anak terlihat masih baru bangun dari tidur, saat saya sampai di perkampungan mereka. Wajah lusuh alias wajah bantal, belum tersentuh air. Tapi saat mereka mengetahui kehadiran saya, bergegas mereka mandi dan bersiap bergabung dengan saya di halaman sekolah, tempat biasa kami belajar dan bermain bersama. Pagi ini saya membawa alat belajar berupa Ular Tangga dari kertas karton, juga crayon, pensil warna dan kertas-kertas aktivitas untuk dipakai bersama. Pagi ini kami bermain dalam kelompok Adik Kakak, artinya anak yang berusia lebih tua menemani anak yang lebih muda dalam sebuah kelompok, bisa dari saudara kandung, atau teman sekampung. Tugas seorang kakak adalah menemani dan mendampingi adik/teman yang lebih muda dalam belajar melalui permainan bersama. Dengan media  Ular Tangga, kami mulai permainan pagi ini. Eits....tapi beda dengan permainan Ular Tangga pada umumnya lho! Ular Tangga yang kami pakai tentu saja istimewa...he he he....

Bahan Sinau: Puzzle ~ Mengenal Nama-nama Hewan di Indonesia

Berikut adalah bahan puzzle, yang kami buat sendiri bagi anak-anak di bantaran kali Brantas, Mergosono, Malang. Puzzle berikut mencari nama-nama hewan yang ada di Indonesia, berdasarkan pengelompokan abjad. NAMA BINATANG Carilah nama-nama binatang berikut pada kumpulan huruf dalam kotak, bisa dengan mendatar, tegak, miring ke kanan, miring ke kiri, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas. ALAP-ALAP                            BABI                                        BELIBIS ANGSA                              ...

MEWARNAI PASIR

Minggu depan kami berencana mewarnai gambar dengan menggunakan pasir laut. Wah, gimana caranya? Penasaran ya? Sabar, pasti jika tiba saatnya kami akan tulis juga di blog ini.  Jadi pekan ini kami belajar menyiapkan bahannya yakni membuat pasir berwarna. Pertama kami menyiapkan semua bahannya: pasir laut, pewarna makanan, gelas plastik, sendok/garpu plastik, dan air secukupnya.     Pasir laut yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan Pewarna Makanan Gelas, sendok/garpu plastik bekas Cara membuatnya: Pertama pasir laut harus dibilas dengan air tawar terlebih dahulu untuk menghilangkan bau amis, jemur di tengah terik matahari. Kita bisa jemur beberapa kali (meski pasir sudah kering) agar bau amis bisa benar-benar hilang. Kemudian kita bisa simpan pasir tersebut pada botol plastik (bekas aqua, dsb).   Untuk mewarnai pasir laut, kami menggunakan warna dari pewarna kue cair, dicampur dengan sedikit air, dan anak-anak membantu dengan mengaduk pasirny...